Aturan Cara Penulisan Mata Uang Rupiah

aturan cara penulisan mata uang rupiah

ATURAN CARA PENULISAN MATA UANG RUPIAH 

bikinrame.com – Mempelajari suatu bahasa tak sekadar mempelajari kosa kata saja, tetapi juga tata bahasa. Begitu juga dengan bahasa Indonesia, ada berbagai aturan penulisan dalam bahasa Indonesia. Materi yang akan Admin bahas kali ini adalah tentang aturan penulisan mata uang rupiah yang benar dalam bahasa Indonesia.

Penulisan tanda mata uang rupiah yang umum dijumpai dan juga sering saya praktikkan adalah Rp diikuti spasi lalu nilai nominal, misalnya Rp 5.000. Ternyata cara penulisan seperti itu salah. Cara penulisan yang benar adalah yang tidak diikuti spasi, yaitu Rp5.000.

Dalam aturan penulisan singkatan dalam bahasa Indonesia, Rp yang merupakan singkatan dari rupiah tidak perlu diikuti tanda titik. Jadi, selain tidak perlu diberi spasi antara tanda mata uang dan nominal uang, sesudah singkatan tidak perlu diikuti tanda titik.

Baca Juga  Contoh Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur

Perhatikan contoh berikut!

  1. Rp10000 SALAH
  2. Rp10.000 BENAR
  3. Rp 10.000 SALAH

Pada contoh nomor satu, cara penulisan singkatan sudah benar, tetapi ada kesalahan pada cara penulisan nominal. Seharusnya setelah 10 diberi tanda titik (.) sebagai penanda ribuan. Sedangkan pada contoh nomor 3 juga salah karena antara singkatan rupiah dan nominal terdapat spasi.

Dalam penulisan nominal rupiah juga sering dijumpai dua angka di belakang koma (contoh: Rp1.000,00). Dua angka di belakang koma menandakan nilai desimal.

aturan cara penulisan mata uang rupiah

Dua angka desimal di belakang koma mungkin tidak berarti dalam penulisan nominal utuh. Lalu untuk apa penulisan dua angka desimal di belakang koma pada nominal uang rupiah? Ternyata kalau kita melihat sejarah uang, dulu ada uang sen dengan nilai 1 sen setara dengan Rp0,01. Karena penurunan nilai rupiah, nilai sen sudah tidak digunakan lagi dalam transaksi sehari-hari, kecuali pada pencatatan di pembukuan bank. Bayangkan jika sampai sekarang ada uang logam pecahan 1 sen, 100 uang logam 1 sen cuma setara dengan Rp100,00. Jika nilai rupiah terus mengalami penurunan, bukan tidak mungkin uang pecahan Rp100,00 juga tidak beredar lagi.

Baca Juga  Contoh Surat Pengumuman Sekolah SMP / SMA Sederhana

Kita bisa saja bertransaksi dengan nominal sesuai keinginan kita, termasuk dengan nominal pecahan desimal (misal: Rp384.843,32). Akan tetapi, hal itu tidak bisa dilakukan dengan uang keluaran Bank Indonesia.

ATURAN CARA PENULISAN MATA UANG RUPIAH

Aturan yang dijelaskan di atas adalah untuk bahasa Indonesia. Sedangkan dalam penulisan internasional, tanda mata uang rupiah tidak ditulis Rp, melainkan IDR. Letak penulisannya juga bukan di depan, melainkan di belakang dengan diberi spasi antara angka dan tanda mata uang.

IDR 20.000 SALAH

20.000 IDR

Adapun jika dalam bentuk ejaan, aturan penulisan rupiah tidak perlu singkat Rp. Misal, Rp20.000 bisa ditulis dua puluh ribu rupiah. Selain itu, angka yang menunjukkan bilangan utuh bisa ditulis 20 ribu rupiah.

Baca Juga  50 Contoh Kalimat Tunggal

Itulah aturan cara penulisan mata uang rupiah yang benar. Sebenarnya kurang tepat jika disebut benar atau salah, lebih tepat jika disebut baku atau tidak baku.

Jika pembaca menemukan kesalahan pada tulisan di atas, silakan informasikan melalui kolom komentar. Terimakasih sudah berkunjung di bikinrame.com

You May Also Like

About the Author: BikinRame

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *